Raker DPR-Polri Bikin Bingung Rakyat

JAKARTA-Rapat kerja yang digelar oleh Komisi III DPR RI dan pihak Polri Kamis (5/11) malam lalu menjadi perhatian hampir seluruh warga Indonesia. Sebagian warga menilai rapat tersebut justru membuat mereka bingung.

Dalam rapat tersebut Kapolri, Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri memaparkan fakta-fakta penyelidikan yang mereka miliki. Dan juga membantah pihak kepolisian telah melakukan rekayasa.

“Saya rasa banyak yang masih belum tahu perihal masalah itu sendiri. Menurut saya masalah ini jadi abu-abu. Dan saya yakin yang mendukung bibit-chandra juga pas mendengar penjelasan dari kapolri jadi bingung sendiri. Dan ragu-ragu apakah yang mereka dukung itu bersalah.ujar Dedi Prasetya, warga Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur kepada Republika, Jumat (5/11).

“Karena masing-masing pihak dapat mengklaim kebeneran mereka masing-masing. Saya saja jadi bingung. Politik diluar perkiraan. Bisa saja hasilnya sangat jauh diluar perkiraan kita,”

Hal senada disampaikan Siti Aisyah, warga Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Menurutnya rapat tersebut justru membuat bingung dirinya. Ia sendiri yang menonton hingga larut malam itu jadi malah tambah bingung. “Yang mana yang bener, malah tambah bingung,” katanya.

Lain hal dengan Arianto, warga Kelurahan Cipinang, Jakarta Timur. Ia justru membela pernyataan Kapolri dalam rapat kerja tersebut. “Apa yang dikatakan kapolri itu wujud pembuktian dari penilaian negatif opini masyarakat tentang bobroknya kinerja kepolisian,” kata dia.

Sedangkan menurut Andi, warga Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, rapat tersebut terlihat aneh. “Seperti halnya sidang di Mahkamah Kontitusi kemarin yang memperdengarkan rekaman itu, sebenernya gak layak untuk diperdengarkan ke publik secara langsung. Apalagi kevalidannya saja belum jelas, itu rekaman asli atau palsu. Kalau sudah di cek kebenaranya dalam hal ini depkominfo ya bolehlah,” katanya.

Selengkapnya

About Kang Paku

saya terlahir di sebuah pegunungan di sebuah kota kecil ya itu Garut lahir dengan susah paya dan tidak di tolong oleh puskesmas mapun rumah sakit, tetapi hanya menganadlkan duku bayi betul betul tradisional sekali prosesi kelahiran saya kini saya berlalu lalang dari kota satu ke kota lainya demi menggapai sebuah cita-cita luhur Lihat semua pos milik Kang Paku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: