Ical: Lho, Sri Mulyani Kan Udah Punya Suami?

11/12/2009 – 12:36
Ditanya Suka Atau Tidak
Ical: Lho, Sri Mulyani Kan Udah Punya Suami?

INILAH.COM, Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar, Abu Rizal Bakrie, ketika ditanya apakah dia suka atau tidak suka dengan Sri Mulyani, menjawab dengan bercanda: Lho, kan dia sudah punya suami.

Tentu saja, jawaban berkelakar ini tidak dalam konteks serius tentang Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Ical mengatakan di sela-sela acara pernikahan anak Koordinator Pemenangan Golkar Wilayah Sumatera Utara, Andi Ahmad Dara, pukul 10.00, Jumat (11/12), di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Ical, yang ini dalam konteks serius, mengatakan bahwa dia tidak ada urusan pribadi dengan Sri Mulyani. ”Konteksnya apa saya harus bermusuhan? Saya tidak punya masalah pribadi.”

Dalam acara itu, hadir juga mantan Ketua Golkar, Jusuf Kalla. Juga Ketua Dewan Pembina Golkar, Akbar Tandjung dan beberapa menteri dari Golkar, Fadel Muhammad dan MS Hidayat. Hadir juga Gubernur Banten H Atut Choisyiah.

Dalam wawancara dengan koran Wall Street Journal, Sri Mulyani mengatakan, bersama Wakil Presiden Boediono dirinya dijadikan objek penyelidikan skandal dana talangan yang dikucurkan antara November 2008 hingga Juli 2009 itu.

Saat keputusan “menyelamatkan” Bank Century diambil, Sri Mulyani secara ex officio menduduki kursi Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). Ia menyetujui usul yang disampaikan Boediono, yang kala itu adalah Gubernur Bank Indonesia, untuk memberikan status “bank gagal yang berdampak sistemik” untuk Bank Century.

Kepada Wall Street Journal, Sri Mulyani juga mengatakan bahwa keputusan itu sudah sesuai dengan kewenangan yang mereka miliki. Dia juga mengatakan bahwa keputusan itu diambil untuk menyelamatkan industri perbankan dan perekonomian nasional di tengah krisis saat itu.

Hal lain yang disampaikan Sri Mulyani di koran berbahasa Inggris itu adalah, bahwa Partai Golkar dan elit di partai itu berada di balik rencana menjatuhkannya.

Menurut Sri Mulyani, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak suka pada dirinya, dan ia tidak berharap siapapun di Golkar akan bersikap baik pada dirinya.

Perseteruan antara Sri Mulyani dengan Abu Rizal memang mencuat sejak tahun 2004, Sri Mulyani yang saat itu menjadi Menteri Keuangan terus menyerang kepentingan Abu Rizal Bakrie yang menjadi Menko Kesra, terkait kasus Lapindo dan saham BUMI, milik perusahaan Ical.

“Waktu itu saya tidak melakukan apa-apa. Padahal, saya punya otoritas untuk melakukan. Saya pejabat negara dan saya adalah Dewan Pembina Golkar, yang juga punya otoritas politik. Tapi, saya tidak melakukan apa-apa. Karena, saya harus memisahkan antara kepentingan saya sebagai pejabat publik dan kepentingan saya sebagai pribadi keluarga saya yang punya usaha itu,” katanya.

Tapi, Sri Mulyani dalam kapasitas Menteri Keuangan, mengganjal penjualan Lapindo melalui Bapepam. Prosedur penjualan Lapindo yang harus melalui Bapepam, dibatalkan dengan dalih Lapindo sebagai perusahaan publik tidak memenuhi kriteria untuk dijual.

Hal yang sama juga terjadi ketika harga saham BUMI jatuh. Waktu itu, ada rencana penjualan saham BUMI ke pemerintah.

Pertimbangannya, harga BUMI saat itu murah. Sehingga, kalaupun harus dimiliki oleh pihak lain, maka pihak itu adalah pemerintah karena asset BUMI semuanya ada di Indonesia. Dengan begitu, asset itu tidak akan dimiliki oleh pihak asing.

Sekali lagi, Sri Mulyani menolak rencana itu. Malah, waktu itu ada kabar bahwa Sri Mulyani mengajukan permohonan pengunduran diri jika saham BUMI dibeli oleh pemerintah.

”Lho, waktu itu saya juga tidak mau berkomentar dan tidak membuat gerilya politik apapun. Sebab, kapasitas saya adalah pejabat publik. Saya Menko Kesra. Saya jadi Dewan Pembina Golkar. Dan, jabatan itu yang membuat saya tidak bisa terlibat dalam urusan itu,” kata Abu Rizal.

Nah, Ical juga menegaskan, Pansus skandal Century muncul bukan dari Partai Golkar. ”Pansus itu kan muncul karena ada masalah. Kemudian mengundang reaksi publik. Jadi, apanya yang mau didorong?” kata Ical.

Ical mengingatkan, Pansus Bank Century muncul dari desakan publik. Tidak dari Partai Golkar, apalagi dari Ketua Umumnya.

”Jadi, tidak bisa masalah ini dibawa ke urusan pribadi. Kita harus menempatkannya secara proporsional dan sesuai kapasitas saja,” kata Ical.[mhj/ims]

sumber : http://forum.detik.com/showthread.php?t=130755

About Kang Paku

saya terlahir di sebuah pegunungan di sebuah kota kecil ya itu Garut lahir dengan susah paya dan tidak di tolong oleh puskesmas mapun rumah sakit, tetapi hanya menganadlkan duku bayi betul betul tradisional sekali prosesi kelahiran saya kini saya berlalu lalang dari kota satu ke kota lainya demi menggapai sebuah cita-cita luhur Lihat semua pos milik Kang Paku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: