Pemprov Jabar Tunggu Langkah Konkret Investor

Jakarta – Meski dikabarkan studi kelayakan atau feasibility study (FS) kereta supercepat akan mulai dilakukan hari ini, Senin (11/1/2010), namun Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku belum ada pembicaraan lanjutan soal mega proyek yang dananya diperkirakan mencapai US$ 3 miliar atau Rp 30 triliun itu.

“Belum ada pembicaraan berikutnya, yang ada baru komitmen antar pemilik investasi. Harus ada tahap lanjutan,” ujarnya usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Senin (11/1/2009).

Menurut dia, untuk gagasan awal sudah dirumuskan dalam bentuk MoA oleh masing-masing investor. Ke depan ia berharap ada realisasi dari gagasan tersebut. “Ke depan perlu dirumuskan dalam bentuk konkrit,” kata gubernur.

“Yang jelas Pemprov serius, apa pun kebaikan yang mereka (investor-red) tawarkan kita terima,” tambah Heryawan.

Karena pembangunan kereta supercepat itu terkait dengan investasi modal asing, hitungan bisnis dikatakan Heryawan tentunya ada. Meski ia tak merinci jelas kerjasama bisnis seperti apa antara Pemda dan investor.

Rencananya proyek ini akan memulai FS pada hari ini, Senin (11/1/2010) dan memakan waktu 90 hari. Ditargetkan mega proyek ini akan selesai selama 2 tahun.

Moda transportasi modern ini akan beroperasi dan memberi keuntungan/keunggulan jika dibandingkan dengan moda generasi sebelumnya seperti shinkansen (bullet train dari Jepang). Keuntungan tersebut antara lain terkait biaya konstruksi yang lebih murah (US$ 10 juta/mil sedangkan moda konvensional sampai US$ 36 juta/mil), break event point diperkirakan hanya 2 tahun sedangkan moda konvensional sekitar 50 tahun, berbeda dengan moda konvensional yang hanya mengangkut orang moda transportasi baru tersebut juga dapat dipergunakan untuk mengangkut barang (freights dan automobiles)

H2RSH juga memberikan alternatif transportasi yang efektif mengingat dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih cepat sehingga diperkirakan dapat menghemat waktu ke tempat tujuan. Selain itu, H2RSH memberikan kentungan ekonomis dikarenakan selain berfungsi sebagai moda transportasi dapat menghasilkan energi yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan energi daerah tertentu, seperti tenaga listrik, air bersih, dan lain-lain.

http://www.detiknews.com/read/2010/01/11/151016/1275940/10/pemprov-jabar-tunggu-langkah-konkret-investor

About Kang Paku

saya terlahir di sebuah pegunungan di sebuah kota kecil ya itu Garut lahir dengan susah paya dan tidak di tolong oleh puskesmas mapun rumah sakit, tetapi hanya menganadlkan duku bayi betul betul tradisional sekali prosesi kelahiran saya kini saya berlalu lalang dari kota satu ke kota lainya demi menggapai sebuah cita-cita luhur Lihat semua pos milik Kang Paku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: