Pertagas Bangun Pipa Gas Ilegal di Bekasi

Pemerintah Daerah (Pemda) Bekasi mengecam kegiatan pembangunan proyek di lokasi pengeboran LPG Plant Migas (minyak dan gas) Pondok Tengah, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Bekasi yang dilakukan PT Pertamina Gas (Pertagas).

Lantaran pembangunan proyek yang telah dikerjakan oleh anak perusahaan PT Pertamina (Persero) berupa penimbunan dan pengurukan tanah serta perbaikan lahan (land clearing) di lokasi itu dilakukan tanpa izin.

Sekadar mengingatkan, munculnya kecaman itu berawal dari adanya laporan masyarakat mengenai kegiatan proyek pembangunan LPG Plant di lapangan Pondok Tengah, Bekasi. Pada 17 Desember 2009, Pemkab Bekasi bersama sejumlah pejabat terkait melakukan pengecekan ke lokasi eksplorasi gas tersebut.

Hasilnya memang benar bahwa di lokasi tersebut telah ada kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh Pertagas berupa pengurukan, penimbunan tanah serta perbaikan lahan.

Tidak hanya itu, saat Bupati Bekasi melakukan Sidak, terungkap anak perusahaan Pertamina itu pun telah menyesaikan beberapa fasilitas lainnya seperti  pemasangan instalasi pipa gas LPG tanpa ijin sepanjang 20 km yang menghubungkan Pondok Tengah – Tegal Gede.

Pertagas juga sebelumnya pernah membangun pipa gas tanpa ijin sepanjang 19 kilometer. Jadi pembangunan pipa gas yang mencapai 39 km itu dilakukan tanpa izin milik Pertagas tersebut telah mencapai 39 km.

Saat dikonfirmasi Bupati Bekasi Sa’aduddin, Jumat (8/1) pekan lalu, membenarkan bahwa pihaknya bersama jajaran SKPD (satuan kerja perangkat daerah) yang  didampingi pejabat terkait di lingkungan Pemkab Bekasi pada Desember 2009 lalu, meninjau proyek pembangunan yang telah melanggar prosedur dengan mengabaikan sejumlah  kewajiban seperti melaporkan kegiatan tersebut kepada pejabat setempat.

Bahkan, tambahnya teguran lisan oleh Camat Babelan dan Kepala Desa Hurip Jaya saat melakukan penunjauan dilokasi proyek itu tidak diindahkan ketika mempertanyakan perizinan kepada kepala pelaksanaan proyek tersebut. ”Saya belum pernah mengajukan perizinannya untuk pembangunan tersebut,”tegasnya

Atas kegiatan ilegal itu pihak Pemda telah mengirim surat teguran keras untuk menghentikan sementara kegiatan proyek yang ditujukan pada Pertamina dan Pertagas.

Selain itu juga, pihaknya akan meninjau ulang kerjasama Pengelolaan Gas antara Pemda dengan BUMN di bidang Migas tersebut.

Wajar saja teguran ini diterbitkan karena dari hasil Sidak itu diketahui kalu instalasi pipa gas yang telah terpasang itu diduga tidak memenuhi standarisasi pengamanan sesuai pedoman teknis dan keputusan BP Migas selaku regulator bisnis migas. Pipa gas tersebut diduga milik pihak (rekanan) lain alias bukan milik Pertagas. (Btt)

http://berita8.com/news.php?tgl=2010-01-11&cat=3&id=17972

About Kang Paku

saya terlahir di sebuah pegunungan di sebuah kota kecil ya itu Garut lahir dengan susah paya dan tidak di tolong oleh puskesmas mapun rumah sakit, tetapi hanya menganadlkan duku bayi betul betul tradisional sekali prosesi kelahiran saya kini saya berlalu lalang dari kota satu ke kota lainya demi menggapai sebuah cita-cita luhur Lihat semua pos milik Kang Paku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: