Samakan Gayus dengan Kyai, Tjiptardjo Harus Minta Maaf

sumber :http://www.detikfinance.com/read/2010/04/15/221042/1339337/4/samakan-gayus-dengan-kyai-tjiptardjo-harus-minta-maaf

Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Anggota DPR-RI Komisi XI Nusron Wahid mendesak Direktur Jenderal Pajak M.Tjiptardjo untuk memohon maaf kepada seluruh umat Islam.

Pasalnya, pernyataan Tjiptardjo yang menyamakan sikap Gayus Tambunan dengan seorang Kyai (Ulama) telah membuat geram beberapa ormas Islam.

“Seminggu ini saya banyak tamu, SMS dan telepon yang masuk. Semua itu meminta DPR untuk mendesak Dirjen Pajak mencabut pernyataannya dan permohonan maafnya. Hal tersebut dikarenakan Tjiptardjo pernah memohon pemakluman kepada masyarakat karena perbuatan Gayus,” ujar Anggota DPR dari Fraksi Golkar ini dalam pembahasan APBN-P di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (15/04/2010).Pemakluman yang dimohonkan oleh Gayus, lanjut Nusron, diprotes banyak umat Islam karena Tjiptardjo menyamakan Gayus dengan iman-nya seorang Kyai yang naik turun.

“Tjiptardjo menyamakan Gayus dengan iman seorang Kyai yang kadang naik turun,” ucapnya.

Dikatakan Nusron, besok akan ada demonstrasi besar-besaran akan dilakukan di Direktorat Jenderal Pajak. “Sebelum terjadi kasus Priok kedua maka Tjiptardjo harus meminta maaf,” tambahnya.

Pernyataan Tjiptardjo yang diprotes ini termuat dalam Koran Tempo Edisi 5 April 2010. Di koran tersebut, Tjiptardjo diajukan pertanyaan seputar Gayus mengenai perlunya perbaikan proses rekrutmen.

Dilontarkan pertanyaan demikian, Tjiptardjo menjawab:

“Dalam rekrutmen, kami sudah mencari yang bagus. Tapi kan tidak ada teknik untuk meramal orang ini bakal jadi penjahat atau tidak. Kyai saja imannya naik-turun. Pas kepepet dan kebetulan ada peluang korupsi, ya, diambil. Lama-lama ketagihan. Apalagi ternyata tidak ketahuan,” kata Tjiptardjo seperti dikutip dari Koran Tempo(dru/dnl)

About Kang Paku

saya terlahir di sebuah pegunungan di sebuah kota kecil ya itu Garut lahir dengan susah paya dan tidak di tolong oleh puskesmas mapun rumah sakit, tetapi hanya menganadlkan duku bayi betul betul tradisional sekali prosesi kelahiran saya kini saya berlalu lalang dari kota satu ke kota lainya demi menggapai sebuah cita-cita luhur Lihat semua pos milik Kang Paku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: