Kajian: Laialtul Qadar

Secara terminologi Lailatul Qodar diartikan sebagai “Malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan (83,3 Tahun)”. Sebagai mana Allah swt firmankan dalam surat al-Qodar. Secara etimologi: Lailatul Qodar terdiri dari dua suku kata “Lailah” dan “al-Qodar”.Lailah” berarti malam. Sedangkan kata “al-Qodar” mempunyai beberapa arti :1. Al-Qodaru yang berarti Atta’dzim(التعظيم) : kemuliaan, atau keagungan makna ini seseuai dengan firman Allah :

وما قدروا الله حق قدره (الأنعام 91)

“Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya.”

Dikatakan sebagai malam yang dimuliakan karena beberapa hal :

  1. Turunnya Al-Qur’an pada malam itu yang diiringi dengan turunnya para Malaikat.
  2. Turunnya berkah, rahmah, dan magfirah
  3. Atau karena orang yang menghidupkan malam itu dengan ibadah akan menjadi orang yang mulia.

2. Al-Qodaru yang berarti Attadhyiiq (التضييق) : penyempitan, pembatasan. Makna ini sesuai dengan firman Allah :

قدر عليه رزقه (الفجر 16)

” ….Membatasi rizkinya”

Dengan makna ini Lailatul Qodar berarti “Malam yang dibatasi, disembunyikan dari pengetahuan manusia tentang waktu kejadiaanya”.

Atau berarti “Bumi menjadi sempit dengan turunnya para malaikat”.

3. Al-Qodar berarti penentuan taqdir, ketetapan. Sesuai dengan firman Allah swt :

إنا أنزلناه في ليلة مباركة إنا كنا منذرين. فيها يفرق كل أمر حكيم  (الدخان 3-4)

“Sesungguhnya kami telah menurunkan al-Qur’an pada malam yang diberkahi, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu ditentukan segala urusan yang penuh hikmah”.

Lailatul Qodar dalam perspektif ini berarti “Malam dimana pada waktu itu ditetapkan taqdir manusia dari hidup, mati, rizki, nasib baik, nasib buruk dll untuk satu tahun kedepan”.

B. Kemungkinan terjadinya lailatul Qodar :

Ada beberapa pendapat ulama tentang kemungkinan terjadinya Lailatul Qodar :

1. Lailatul Qodar sudah diangkat dan tidak akan terjadi lagi, pendapat ini dinisbahkan kepada Syi’ah. Pendapat ini dibantah dengan riwayat :

عن عبد الله بن يحنس قلت لأبي هريرة : زعموا أن ليلة القدر رفعت. قال : كذب من قال ذلك.

Dari Abdillah bin yahnas, aku telah berkata kepada Abu Hurairah ” Orang-orang telah menyangka bahwa lailatul Qodar telah diangkat” beliau berkata : Telah berdusta orang yang berkata seperti itu”.

2. Lailatul Qodar terjadi hanya sekali zaman Rasulullah saw. Pendapat inipun terbantahkan dengan riwayat diatas.

3. Lailatul Qodar terjadi pada setiap bulan Ramadhan. ini pendapat sebagian besar para ulama.

C. Waktu terjadinya Lailatul Qodar.

Banyak sekali pendapat para ulama mengenai waktu terjadinya lailatul Qodar. Saya akan menyebutkan beberapa pendapa terjadinya lailatul Qodar pada bulan Ramadhan:

1. Terjadi pada malam hari pertama bulan Ramadhan. seperti disebutkan dari Abi Razin al-‘Uqaily as-Shahaby, dan diriwayatkan dari Ibnu Al ‘ashim dari hadist Annas ra beliau berkata : Lailatul Qodar tejadi pada malam pertama bulan Ramdhan.

2. Terjadi pada malam 17 Ramadhan. Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah dan Thabrani dari hadist Zaid bin Arqam ra, beliau berkata : “Saya tidak ragu dan tidak mengingkari Bahwa Lailatur Qodar terjadi pada malam ketujuh belas bulan Ramdhan. Malam diturunkannya al-Qur’an”. Atsar ini juga diriwayatkan Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud juga.

3. Terjadi pada malam ke 21, Pengikut mazhab syafi’I banyak yang cenderung dengan waktu ini.

4. Terjadi pada malam ke 23, Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dari Mu’awiyah ra, ia berkata : “Lailatul Qodar terjadi pada malam ke 23 Ramadhan”. Dari Abi Juraiz dari Ubaidillah ibnu Abi Yazid dari Ibnu Abbas ra, ia berkata ” Sesungguhnya ia (Rasulullah) membangunkan keluarganya pada malam ke 23″

5. Terjadi pada malam ke 25, seperti yang disebutkan Ibnu Arabi dalam “al-‘Aridzah” dan Ibnu Jauzi dalam “al-Musykil”.

6. Terjadi pada malam ke 27, Diriwayatkan Imam Muslim, dari Abi Hurairah ra, ia berkata “kita saling mengingatkan Lailatul Qodar”, Rasulullah saw bersabda : “Siapakah diantara kalian yang mengingat ketika bulan terbit seperti sepotong mangkuk besar?”. Berkata Abu hasan Al farisi “yaitu malam ke 27 dimana bulan terbit dengan sifat tersebut”.

7. Terjadi pada tanggal ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dan inilah pendapat jumhur ulama. Sebagaimana beberapa hadist yang di riwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, saya ambil salahsatunya :

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا أَبُو سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَز

Untuk lebih jelasnya mengenai berbagai pendapat ulama tentang waktu terjadinya lailatul Qodar, bisa dilihat dalam kitab “Fathul Bari” karangan Ibnu Hajar pada bab. “taharra lailatul Qodar fil witri min al ‘asyri al-awaakhir”

Adapun hikamah disamarkannya waktu lailatul Qodar adalah guna menjadikan manusia lebih bersungguh-sungguh dalam menggapainya.

D. Keutamaan Lailatul Qodar.

Ada beberpa riwayat tentang keutamaan Lailatul Qodar :

1. Anas bin Malik ra menyebutkan ketika mengomentari ayat pertama surat al-Qodar, bahwa yang dimaksud dengan keutamaan (al-Qodar) disitu adalah bahwa amal ibadah seperti shalat, tilawah al-Qur’an, dan dzikir serta amal sosial (seperti shodaqoh dana zakat), yang dilakukan pada malam itu lebih baik dibandingkan amal serupa selama seribu bulan (tentu di luar malam lailatul Qodar sendiri).

2. Dalam riwayat lain Anas bin Malik juga menyampaikan keterangan Rasulullah saw bahwa sesungguhnya Allah swt mengkaruniakan ” Lailatul Qodar” untuk umatku, dan tidak memberikannya kepada umat-umat sebelumnya.

3. Rasulullah saw bersabda sebagimana diriwayatkan Imam bukhari : ” Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan keikhlasan karena Allah saw maka ia akan diampuni semua dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang shalat (Tarawih, Tahajjud) pada malam Lailatul Qodar maka  ia akan diampuni semua dosa-dosanya yang telah lalu”.

4. Abdullah bin Abbas ra menyampaikan sabda Rasulullah bahwa pada saat terjadinya lailatul Qodar, para malaikat turun kebumi menghampiri hamba-hamba Allah yang sedang qiyam al lail, atau melakukan dzikir, para malaikat mengucapkan salam kepada mereka. Pada malam itu pintu-pintu langit dibuka, dan Allah menerima taubat dari para hambaNya yang bertaubat.

5. Ibnu Abi Syaibah pernah menyampaikan ungkapan al Hasan al Bashri, katanya : ” Saya tidak pernah tahu adanya hari atau malam yang lebih utama dari malam yang lainnya, kecuali ‘ Lailatul Qodar’, karena lailat al Qodar lebih utama dari (amalan) seribu bulan”.

Dari riwayat-riwayat diatas dapat diambil beberpa poin tentang keutamaan Lailatul Qodar :

1. Malam Lailatul Qodar merupakan malam keutamaan yang khusus diberikan kepada Umat Nabi Muhaamd saw saja.

2. Malam diturunkannya al-Qur’an.

3. Malam turunnya para Malaikat yang jumlahnya lebih banyak dari kerikil di bumi, mereka memberi ucapan selamat kepada orang-orang yang menghidupkan malam dengan Ibadah.

4. Diturunkannya berkah, rahmat dan magfirah, dan Allah swt menerima taubat setiap pendosa yang bertaubat.

5. Dibukanya pintu-pintu langit, sehingga komunikasi hamba yang berdo’a dan berdzikir tidak lagi terhalang.

6. Setiap Amal kebajikan yang delakukan pada malam itu bernilai pahala yang lebih banyak dibandingkan dengan waktu lain.

E. Menghidupkan Lailatul Qodar dengan Ibadah.

1. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan semua bentuk ibadah pada hari-hari bulan Ramdhan, dengan menjauhkan diri dari semua bentuk dosa dan maksiat. Bagi yang sudah berkeluarga hendaknya mengikut sertakan keluarga dalam ibadah ini.

2. Melakukan I’tkap semampuh dan sekuatnya. Seperti yang dilakukan Rasulullah saw.

3. Menghidupkan malam degan Qiyamullail, dzikir dan tilawah al-Qur’an.

4. Bershadaqah dan berbagi rizki.

5. Memperbanyak do’a memohon ampunan dan keselamatan dari Allah swt. Dengan bacaan:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Sebagaimana yang diajarkan Rasulullah kepada Siti ‘Aisyah ra. (seperti hadist yang diriwayatkan : Imam Ahmad, Tirmidzi, Ibnu majah)

F.         Tanda-tanda Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar hanya diketahui setelah terjadi. Tanda-tandanya diketahui setelah malam lewat, seperti yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud dalam Sahih Muslim bahwa Rasulullah s.a.w. menyebutkan di antara tanda-tandanya adalah:

وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا

“Tanda-tandanya adalah matahari terbit pada paginya putih tak bersinar menyengat”

Penutup :

Malam lailatul Qodar merupakan salah satu bonus akhirat yang diberikan Allah swt kepada umat Nabi Muhammad saw di bulan Ramadhan. Adalah pada 10 hari pertama Allah swt menurunkan Rahmat-Nya, pada 10 hari kedua diturunkannya maghfirah. Lalu di 10 hari terakhir diturunkannya pembebasan dari api neraka.  Ditambah turunnya Lailatul Qodar pada hari-hari ganjil di 10 hari terakhir, malam dimana pahala amal kebajikan yang dilakukan hamba yang beriman dilipatgandakan. Maka lengkap sudah bonus yang Allah swt berikan kepada Umat nabi Muhammad saw ini. Tinggal kita berusaha untuk mendapatkan sebanyak yang kita bisa.

Satu hal yang perlu dicatat bahwa bonus-bonus akhirat ini tidak diundi, dan tidak diperuntukkan bagi golongan, suku, dan ras tertentu, sehingga setiap orang berhak mendapatkannya, sesuai dengan usahanya masing-masing.

sumber : http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/seputar-ramadhan/15-pengajian/1187-kajian-laialtul-qadar

Ditulis oleh Ustadz Asep Dani
Secara terminologi Lailatul Qodar diartikan sebagai “Malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan (83,3 Tahun)”. Sebagai mana Allah swt firmankan dalam surat al-Qodar. Secara etimologi: Lailatul Qodar terdiri dari dua suku kata “Lailah” dan “al-Qodar”.Lailah” berarti malam. Sedangkan kata “al-Qodar” mempunyai beberapa arti :

1. Al-Qodaru yang berarti Atta’dzim(التعظيم) : kemuliaan, atau keagungan makna ini seseuai dengan firman Allah :

وما قدروا الله حق قدره (الأنعام 91)

“Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya.”

Dikatakan sebagai malam yang dimuliakan karena beberapa hal :

  1. Turunnya Al-Qur’an pada malam itu yang diiringi dengan turunnya para Malaikat.
  2. Turunnya berkah, rahmah, dan magfirah
  3. Atau karena orang yang menghidupkan malam itu dengan ibadah akan menjadi orang yang mulia.

2. Al-Qodaru yang berarti Attadhyiiq (التضييق) : penyempitan, pembatasan. Makna ini sesuai dengan firman Allah :

قدر عليه رزقه (الفجر 16)

” ….Membatasi rizkinya”

Dengan makna ini Lailatul Qodar berarti “Malam yang dibatasi, disembunyikan dari pengetahuan manusia tentang waktu kejadiaanya”.

Atau berarti “Bumi menjadi sempit dengan turunnya para malaikat”.

3. Al-Qodar berarti penentuan taqdir, ketetapan. Sesuai dengan firman Allah swt :

إنا أنزلناه في ليلة مباركة إنا كنا منذرين. فيها يفرق كل أمر حكيم (الدخان 3-4)

“Sesungguhnya kami telah menurunkan al-Qur’an pada malam yang diberkahi, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu ditentukan segala urusan yang penuh hikmah”.

Lailatul Qodar dalam perspektif ini berarti “Malam dimana pada waktu itu ditetapkan taqdir manusia dari hidup, mati, rizki, nasib baik, nasib buruk dll untuk satu tahun kedepan”.

B. Kemungkinan terjadinya lailatul Qodar :

Ada beberapa pendapat ulama tentang kemungkinan terjadinya Lailatul Qodar :

1. Lailatul Qodar sudah diangkat dan tidak akan terjadi lagi, pendapat ini dinisbahkan kepada Syi’ah. Pendapat ini dibantah dengan riwayat :

عن عبد الله بن يحنس قلت لأبي هريرة : زعموا أن ليلة القدر رفعت. قال : كذب من قال ذلك.

Dari Abdillah bin yahnas, aku telah berkata kepada Abu Hurairah ” Orang-orang telah menyangka bahwa lailatul Qodar telah diangkat” beliau berkata : Telah berdusta orang yang berkata seperti itu”.

2. Lailatul Qodar terjadi hanya sekali zaman Rasulullah saw. Pendapat inipun terbantahkan dengan riwayat diatas.

3. Lailatul Qodar terjadi pada setiap bulan Ramadhan. ini pendapat sebagian besar para ulama.

C. Waktu terjadinya Lailatul Qodar.

Banyak sekali pendapat para ulama mengenai waktu terjadinya lailatul Qodar. Saya akan menyebutkan beberapa pendapa terjadinya lailatul Qodar pada bulan Ramadhan:

1. Terjadi pada malam hari pertama bulan Ramadhan. seperti disebutkan dari Abi Razin al-‘Uqaily as-Shahaby, dan diriwayatkan dari Ibnu Al ‘ashim dari hadist Annas ra beliau berkata : Lailatul Qodar tejadi pada malam pertama bulan Ramdhan.

2. Terjadi pada malam 17 Ramadhan. Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah dan Thabrani dari hadist Zaid bin Arqam ra, beliau berkata : “Saya tidak ragu dan tidak mengingkari Bahwa Lailatur Qodar terjadi pada malam ketujuh belas bulan Ramdhan. Malam diturunkannya al-Qur’an”. Atsar ini juga diriwayatkan Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud juga.

3. Terjadi pada malam ke 21, Pengikut mazhab syafi’I banyak yang cenderung dengan waktu ini.

4. Terjadi pada malam ke 23, Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dari Mu’awiyah ra, ia berkata : “Lailatul Qodar terjadi pada malam ke 23 Ramadhan”. Dari Abi Juraiz dari Ubaidillah ibnu Abi Yazid dari Ibnu Abbas ra, ia berkata ” Sesungguhnya ia (Rasulullah) membangunkan keluarganya pada malam ke 23″

5. Terjadi pada malam ke 25, seperti yang disebutkan Ibnu Arabi dalam “al-‘Aridzah” dan Ibnu Jauzi dalam “al-Musykil”.

6. Terjadi pada malam ke 27, Diriwayatkan Imam Muslim, dari Abi Hurairah ra, ia berkata “kita saling mengingatkan Lailatul Qodar”, Rasulullah saw bersabda : “Siapakah diantara kalian yang mengingat ketika bulan terbit seperti sepotong mangkuk besar?”. Berkata Abu hasan Al farisi “yaitu malam ke 27 dimana bulan terbit dengan sifat tersebut”.

7. Terjadi pada tanggal ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dan inilah pendapat jumhur ulama. Sebagaimana beberapa hadist yang di riwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, saya ambil salahsatunya :

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا أَبُو سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَز

Untuk lebih jelasnya mengenai berbagai pendapat ulama tentang waktu terjadinya lailatul Qodar, bisa dilihat dalam kitab “Fathul Bari” karangan Ibnu Hajar pada bab. “taharra lailatul Qodar fil witri min al ‘asyri al-awaakhir”

Adapun hikamah disamarkannya waktu lailatul Qodar adalah guna menjadikan manusia lebih bersungguh-sungguh dalam menggapainya.

D. Keutamaan Lailatul Qodar.

Ada beberpa riwayat tentang keutamaan Lailatul Qodar :

1. Anas bin Malik ra menyebutkan ketika mengomentari ayat pertama surat al-Qodar, bahwa yang dimaksud dengan keutamaan (al-Qodar) disitu adalah bahwa amal ibadah seperti shalat, tilawah al-Qur’an, dan dzikir serta amal sosial (seperti shodaqoh dana zakat), yang dilakukan pada malam itu lebih baik dibandingkan amal serupa selama seribu bulan (tentu di luar malam lailatul Qodar sendiri).

2. Dalam riwayat lain Anas bin Malik juga menyampaikan keterangan Rasulullah saw bahwa sesungguhnya Allah swt mengkaruniakan ” Lailatul Qodar” untuk umatku, dan tidak memberikannya kepada umat-umat sebelumnya.

3. Rasulullah saw bersabda sebagimana diriwayatkan Imam bukhari : ” Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan keikhlasan karena Allah saw maka ia akan diampuni semua dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang shalat (Tarawih, Tahajjud) pada malam Lailatul Qodar maka ia akan diampuni semua dosa-dosanya yang telah lalu”.

4. Abdullah bin Abbas ra menyampaikan sabda Rasulullah bahwa pada saat terjadinya lailatul Qodar, para malaikat turun kebumi menghampiri hamba-hamba Allah yang sedang qiyam al lail, atau melakukan dzikir, para malaikat mengucapkan salam kepada mereka. Pada malam itu pintu-pintu langit dibuka, dan Allah menerima taubat dari para hambaNya yang bertaubat.

5. Ibnu Abi Syaibah pernah menyampaikan ungkapan al Hasan al Bashri, katanya : ” Saya tidak pernah tahu adanya hari atau malam yang lebih utama dari malam yang lainnya, kecuali ‘ Lailatul Qodar’, karena lailat al Qodar lebih utama dari (amalan) seribu bulan”.

Dari riwayat-riwayat diatas dapat diambil beberpa poin tentang keutamaan Lailatul Qodar :

1. Malam Lailatul Qodar merupakan malam keutamaan yang khusus diberikan kepada Umat Nabi Muhaamd saw saja.

2. Malam diturunkannya al-Qur’an.

3. Malam turunnya para Malaikat yang jumlahnya lebih banyak dari kerikil di bumi, mereka memberi ucapan selamat kepada orang-orang yang menghidupkan malam dengan Ibadah.

4. Diturunkannya berkah, rahmat dan magfirah, dan Allah swt menerima taubat setiap pendosa yang bertaubat.

5. Dibukanya pintu-pintu langit, sehingga komunikasi hamba yang berdo’a dan berdzikir tidak lagi terhalang.

6. Setiap Amal kebajikan yang delakukan pada malam itu bernilai pahala yang lebih banyak dibandingkan dengan waktu lain.

E. Menghidupkan Lailatul Qodar dengan Ibadah.

1. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan semua bentuk ibadah pada hari-hari bulan Ramdhan, dengan menjauhkan diri dari semua bentuk dosa dan maksiat. Bagi yang sudah berkeluarga hendaknya mengikut sertakan keluarga dalam ibadah ini.

2. Melakukan I’tkap semampuh dan sekuatnya. Seperti yang dilakukan Rasulullah saw.

3. Menghidupkan malam degan Qiyamullail, dzikir dan tilawah al-Qur’an.

4. Bershadaqah dan berbagi rizki.

5. Memperbanyak do’a memohon ampunan dan keselamatan dari Allah swt. Dengan bacaan:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Sebagaimana yang diajarkan Rasulullah kepada Siti ‘Aisyah ra. (seperti hadist yang diriwayatkan : Imam Ahmad, Tirmidzi, Ibnu majah)

F. Tanda-tanda Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar hanya diketahui setelah terjadi. Tanda-tandanya diketahui setelah malam lewat, seperti yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud dalam Sahih Muslim bahwa Rasulullah s.a.w. menyebutkan di antara tanda-tandanya adalah:

وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا

“Tanda-tandanya adalah matahari terbit pada paginya putih tak bersinar menyengat”

Penutup :

Malam lailatul Qodar merupakan salah satu bonus akhirat yang diberikan Allah swt kepada umat Nabi Muhammad saw di bulan Ramadhan. Adalah pada 10 hari pertama Allah swt menurunkan Rahmat-Nya, pada 10 hari kedua diturunkannya maghfirah. Lalu di 10 hari terakhir diturunkannya pembebasan dari api neraka. Ditambah turunnya Lailatul Qodar pada hari-hari ganjil di 10 hari terakhir, malam dimana pahala amal kebajikan yang dilakukan hamba yang beriman dilipatgandakan. Maka lengkap sudah bonus yang Allah swt berikan kepada Umat nabi Muhammad saw ini. Tinggal kita berusaha untuk mendapatkan sebanyak yang kita bisa.

Satu hal yang perlu dicatat bahwa bonus-bonus akhirat ini tidak diundi, dan tidak diperuntukkan bagi golongan, suku, dan ras tertentu, sehingga setiap orang berhak mendapatkannya, sesuai dengan usahanya masing-masing.

About Kang Paku

saya terlahir di sebuah pegunungan di sebuah kota kecil ya itu Garut lahir dengan susah paya dan tidak di tolong oleh puskesmas mapun rumah sakit, tetapi hanya menganadlkan duku bayi betul betul tradisional sekali prosesi kelahiran saya kini saya berlalu lalang dari kota satu ke kota lainya demi menggapai sebuah cita-cita luhur Lihat semua pos milik Kang Paku

6 responses to “Kajian: Laialtul Qadar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: